oleh

Ruh Insani dan Diri (Nafs) Hewani

-Tasawuf-18 views

Ayat-ayat Al- Qur’an Al-Karim dan riwayat-riwayat yang berkenaan dengan diri (nafs) terbagi kepada dua kelompok. Kelompok pertama adalah ayat-ayat dan riwayat-riwayat yang menggambarkan diri (nafs) sebagai sesuatu yang amat berharga yang datang dari alam rububi, sebagai sumber dari semua keutamaan dan nilai insani, serta mengingatkan manusia untuk senantiasa berusaha di dalam menjaga, menguatkan dan mengembangkannya dan berhati-hati jangan sampai benda yang berharga ini terlepas dari tangan. Sebab, yang demikian itu berarti sebuah kerugian yang amat besar.

Sebagai contoh, Allah berfirman di dalam Al-Qur’an Al-Karim, “Dan mereka bertanya kepadamu tentarng ruh. Katakanlah, ‘Ruh itu termasuk urusan Tuhanku dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit.’” (Q.S. Al-Isra‘ : 85).

Dalam ayat ini ruh digambarkan sebagai maujud yang berasal dari alam tajarrud, yang merupakan alam yang lebih dari alam materi. Berkenaan dengan diri (nafs) Amirul Mukminin Ra berkata, “Diri (nafs) adalah permata yang amat berharga. Barangsiapa yang menjaga dan memeliharanya, niscaya dia akan mencapai kedudukan yang tinggi. Sebaliknya, barangsiapa yang mengabaikannya, niscaya dia akan jatuh kepada kehinaan.”

Imam Ali Ra berkata, “Barangsiapa yang mengenal dirinya, niscaya tidak akan jatuh kepada kehinaan dengan melaksanakan hal-hal yang cepat sirna.” Imam Ali Ra berkata, “Barangsiapa yang mengetahui kemuliaan dirinya, niscaya akan terjaga dari dorongan syahwat dan angan-angan hampa.”

Imam Ali ra berkata, “Barangsiapa yang mulia dirinya, pasti besar kasih sayang-nya.” Juga Imam Ali Ra berkata, “Barangsiapa yang mulia dirinya, niscaya akan menjaga dirinya dari kerendahan meminta-minta.”

Dari ayat-ayat dan riwayat-riwayat yang seperti ini, yang jumlahnya banyak sekali, dapat disimpulkan bahwa diri (nafs) manusia adalah sesuatu yang amat berharga, yang harus dijaga dan dipelihara oleh setiap manusia.

Baca juga...  Tokoh Sufisme Sunni

Sementara kelompok kedua dari ayat-ayat dan riwayat-riwayat menganggap diri (nafs) manusia sebagai sebuah maujud yang jahat, musuh manusia dan sumber dari berbagai keburukan, yang harus diperangi dan dikalahkan. Karena jika tidak, niscaya dia akan menciptakan berbagai faktor penyebab kesengsaraan bagi manusia.

Sebagai contoh dari ayat-ayat dan riwayat-riwayat yang termasuk ke dalam kelompok yang kedua ialah: Al-Qur’an Al-Karim berkata, “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keingnan hawa nafsunya, maka sesungguhnya syurgalah tempat tinggalnya.” (Q.S. An-Naji’at: 4-1).

Al-Qur’an Al-Karim menukil perkataan Nabi Yusuf As, “Dan aku tidak membebaskan diriku, karena sesungguhnya diri (nafs) itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali diri (nafs)yang diberi rahmat oleh Tuhannya.” (Q.S. Yusuf : 53).

Rasulullah Saw bersabda : “Musuh terbesar kamu adalah diri (nafs)-mu yang terletak diantara kedua tulang rusukmu.”

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya