Puasa merupakan ibadah yang agung, di mana hanya Allah yang mengetahui seberapa besar pahalanyas seorang yang berpuasa juga akan mendapatkan dua kebahagiaan yang tidak di rasakan oleh selain mereka, yaitu kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika mereka bertemu dengan  Rabbnya. 

Di riwayatkan dari Abu Hurairah Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Setiap amal Bani Adam di lipat gandakan, satu kebaikan dengan sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kali lipat, Allah berfirman, “Kecuali puasa, ia untuk-Ku dan Aku yang membalasnya. Dia meninggalkan syahwat dan makannya demi Aku.” Orang berpuasa mempunyai dua kehahagiaan.

Kebahagiaan pada waktu berbuka dan kebahagiaan pada waktu berlernu Rabbnya, sungguh aroma mulut orang yang berpuasa adalah lebih harum di sisi Allah daripada minyak kasturi.” (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Dan Allah telah menyediakan pintu khusus di Syurga bagi orang-orang yang telah berpuasa di dunia. Dari Sahal bin Sa’ad Ra dari Nabi Saw beliau bersabda : “Di Syurga ada delapan pintu. Di antaranya ada pintu yang bernama Rayyan, yang hanya di masuki oleh orang-orang yang berpuasa.” (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Definisi Puasa.
Puasa adalah menahan diri dari pembatal-pembatal puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat berpuasa sebagai ibadah kepada Allah.

Macam-macam Puasa.
Puasa ada 3 (tiga) jenis, yaitu :
1. Puasa Wajib.
Puasa wajib ada tiga macam, antara lain :
– Puasa yang wajib karena zamannya (waktunya) itu sendiri, yaitu puasa Ramadhan.
– Puasa yang wajib karena suatu sebab, seperti puasa kaflarah.
– Puasa yang wajib karena di wajibkan oleh seseorang terhadap dirinya sendiri, seperti puasa nadzar.

2. Puasa Sunnah.
Macam-macam puasa sunnah, antara lain :
– Puasa Enam Hari Bulan Syawwal.
– Puasa Sembilan Hari pada Awal Bulan Dzulhijjah.
– Puasa Hari Arafah.
– Puasa Di bulan Muharram.
– Puasa Asyura.
– Puasa Di bulan Sya’ban.
– Puasa Senin Kamis.
– Puasa Ayyamul Bidh.
– Puasa Dawud.

3. Puasa yang Di Larang.
Puasa yang di larang terbagi menjadi dua, antara lain :
I. Puasa haram.
Haram berpuasa pada hari-hari berikut :
– Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.
– Hari Tasyriq.
– Hari yang Di ragukan.
– Mengkhususkan puasa hari Jum’at saja.
– Seorang isteri berpuasa sunnah tanpa izin suaminya di rumah.

II. Puasa Makruh.
Makruh melakukan puasa sebagai berikut :
– Puasa Wishal.
– Puasa satu tahun penuh

%d blogger menyukai ini: