Rukun Kelima Haji

oleh

Definisi Haji.
Haji adalah beribadah kepada Allah, dengan menunaikan manasik sesuai dengan ajaran Rasulullah Saw di tempat khusus dan di waktu yang telah di tentukan.

Hukum Haji.
Haji merupakan salah satu rukun Islam yang di wajibkan pada tahun sembilan Hijriyah, haji hukumnya wajib atas setiap muslim yang merdeka, dewasa, berakal, mampu dan di laksanakan sekali seumur hidup dengan segera.

Allah berfirman : “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. 

Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatupun) dari semesta alam.” (Q.S. Ali Imran : 97).

Dari Ibnu ’Abbas  ia berkata, Rasulullah Saw berkhutbah di hadapan kami seraya bersabda : “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan haji atasmu.” Maka berdirilah Al-Aqra’ bin Habis Ra dan bertanya : “Apakah dalam setiap tahun, Wahai Rasulullah? Beliau bersabda, “Jika aku mengatakannya ia, menjadi wajib, haji ini sekali dan selebihnya adalah sunnah.” (H.R. Imam Ahmada, Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Keutamaan Haji.
Ibadah Haji merupakan ibadah yang utama yang memiliki keutamaan yang sangat besar, di antaranya balasannya adalah berupa Syurga dan pengampunan dosa.

Di riwayatkan dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Umrah yang satu ke umrah yang berikutnya bisa menghapuskan antara keduanya dan haji mabrur tidak memiliki balasan kecuali Syurga.” (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Dari Abu Hurairah Ra ia berkata, Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa haji karena Allah, lalu dia tidak melakukan perbuatan rafas dan perbuatan jasik, maka dia pulang dalam keadaan seperti hari di mana dia di lahirkan oleh ibunya.” (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Dan dari Abu Hurairah Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saw di tanya tentang amalan yang paling utama, Rasulullah Saw menjawab : “Imam kepada Allah dan Rasul-Nya. Di tanyakan lagi, “Lalu apa? Rasulullah Saw menjawab, “Jihad fi sabilillah.” Di tanyakan lagi, “Lalu apa? Rasulullah Saw menjawab, “Haji mabrur.” (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).