Rukun Ketiga Zakat

oleh

Secara bahasa, zakat berarti tumbuh dan bertambah dan secara istilah, berani hak wajib pada harta tertentu yang wajib di berikan kepada kalangan tertentu dan pada waktu tertentu.  Allah berfirman : “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan berdo’alah untuk mereka. Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. At-Taubah : 103).

Zakat merupakan Rukun Islam yang ketiga setelah syahadat dan shalat.
Di riwayatkan dari Abu Abdirrahman ‘Abdullah bin ‘Umar bin Khathab  ia berkata, saya mendengar Rasulullah Saw bersabda : “Islam di dirikan di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak di sembah secara benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke baitullah dan berpuasa pada bulan ramadhan.” ((H.R. Imam Bukhari).

Serta di riwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Abbas Ra, ia berkata Rasulullah Saw bersabda kepada Mu’adz bin Jabal Ra , saat mengutusnya ke Yaman : “Engkau akan mendatangi suatu kaum dari ahli kitab (yahudi), jika engkau telah sampai kepada mereka, serulah agar mereka mengucapkan tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Apabila mereka telah menerima hal itu darimu, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah menfardhukan shalat lima waktu atas mereka dalam sehari semalam. Apabila mereka telah menerima hal itu darimu, maka beritahukanlah kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan atas mereka untuk mengeluarkan zakat yang di ambil dari arang-orang kaya dan di bagikan kepada fakir miskin dari mereka. Apabila mereka telah menerima hal itu darimu, maka jauhilah harta benda mereka yang istimewa dan takutlah akan do’a orang-orang yang terdzalimi, karena do’a mereka tidak terhalang untuk sampai kepada Allah.” (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Pada asalnya harta seorang muslim tidak boleh di ambil sedikitpun kecuali berdasarkan nash, hal ini sebagaimana yang di sebutkan dalam hadits dari Ibnu ‘Umar, sesungguhnya Rasulullah Saw telah bersabda : “Aku di perintah untuk memerangi manusia sampai ia mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah, menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat. Barangsiapa telah mengucapkannya, maka ia telah memelihara harta dan jiwanya dari aku kecuali karena alasan yang hak dan kelak perhitungannya terserah kepada Allah.” (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Sehingga di dalam memungut zakat hendaknya mengikuti tuntunan syari’at, sebagaimana yang telah di ajarkan oleh Rasulullah Saw, zakat wajib mencakup zakat maal dan zakat fitrah, adapun penjelasannya adalah sebagai berikut :

1. Zakat Maal
Allah mengancam kepada orang-orang yang telah wajib zakat, namun tidak mengeluarkan zakatnya, Allah berfirman : “Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka, sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka, harta yang mereka bakhilkan itu akan di kalungkan kelak di lehernya di hari kiamat dan kepunyaan Allahlah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Ali Imran : 180).

Di riwayatkan dari Abu Hurairah Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa di beri harta oleh Allah lalu dia tidak menunaikan zakatnya maka pada Hari Kiamat di buatkan untuknya seekor ular botak dengan dua titik hitam di atas kedua matanya yang membelitnya pada Hari Kiamat, kemudian ular tersebut menangkapnya dengan kedua rahangnya dan berkata, “Aku adalah hartamu, aku adalah kekayaanmu.” Lalu Nabi Saw membaca,”Dan janganlah orang-orang bakhil itu menyangka….” (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Allah juga berfirman : “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa rnereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari di panaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu di bakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu di katakan) kepada mereka : “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” (Q.S. At-Taubah : 34-35).

Dari Abu Dzar Ra, bahwa Nabi Saw bersabda : “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya atau demi Dzat yang tiada Tuhan yang hak kecuali Dia atau seperti Nabi Saw bersumpah tidak ada seorang laki-laki yang memiliki unta, sapi atau kambing, dia tidak menunaikan haknya kecuali pada Hari Kiamat di hadirkan untuknya dalam bentuk paling besar dan paling gemuk, ia menginjaknya dengan telapak kakinya dan menyeruduknya dengan tanduknya, setiap kali yang terakhir melewatinya maka yang pertama di kembalikan kepadanya sampai di putuskan di antara manusia.” (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Demikianlah harta simpanan yang tidak di tunaikan zakatnya, pemiliknya menyangka bahwa hartanya akan mengekalkannya dan bermanfaat baginya, namun ternyata akan menjadi sarana untuk menyiksanya.

Yang Wajib Mengeluarkan Zakat Maal
Zakat maal di wajibkan atas :
1. Muslim yang merdeka.
2. Memiliki harta yang telah mencapai nishab.

Nishab adalah ukuran minimal suatu benda yang wajib di keluarkan zakatnya.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Saw :  “Tidak wajib zakat atasmu zakat (emas) kecuali engkau memiliki 20 (dua puluh) dinar.” (H.R. Abu Dawud).

3. Dan telah melewati 1(satu) tahun (haul) hijriyyah.
Berdasarkan sabda Rasulullah Saw : “Harta tidak wajib di keluarkan zakat kecuali telah melewati setahun.” (H.R. Abu Dawud). 

Berkata Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baz, yaitu : “Zakat harus di keluarkan atas apa yang anda peroleh di bulan Muharam, pada bulan Muharam (tahun berikutnya), yang di peroleh di bulan Safar, (di bayarkan) pada bulan Safar (tahun berikutnya) dan apa yang anda dapatkan di bulan Rabi’ul Akhir, pada Rabi’ul Akhir (tahun berikutnya) dan seterusnya.” Kecuali zakat tanaman yang di keluarkan pada saat panen, jika telah mencapai nishab dan zakat rikaz di keluarkan pada saat menemukan, baik itu jumlahnya sedikit atau banyak.

Anak kecil atau orang gila yang memiliki harta wajib zakat, maka wajib di keluarkan zakatnya, oleh karena itu, wali yang mengurus keduanya berkewajiban mengeluarkan harta dari keduanya.

Ini adalah pendapat jumhur, ini juga pendapat ‘Umar, ‘Ali, ‘Abdullah bin ‘Umar, ‘Aisyah dan Jabir bin ‘Abdillah.

Harta-harta yang Wajib Di Keluarkan Zakatnya.
Harta yang terkena wajib zakat ada 5 (lima), yaitu :
1. Emas dan perak (termasuk mata uang).
2. Pertanian dan buah-buahan.
3. Peternakan yang di gembalakan (unta, sapi dan kambing).
4. Perdagangan.
5. Rikaz.