oleh

Sehat Bersama Madu dan Air Zam-Zam

-Health-1 views

Madu
“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macan warnanya,didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (Q.S. An-Nahl : 69). Berikut adalah beberapa contoh yang dapat menjadi bukti ilmiah keberhasilan Madu sebagai obat :


1. Pada tahun 1991 di negeri barat telah dilakukan eksperimen pengobatan terhadap luka bakar dengan menggunakan Madu dibandingkan dengan pengobatan modern silver sulfadiazine
(SS). Hasilnya setelah 7 hari, kelompok yang diobati dengan Madu 91% bebas dari infeksi sedangkan yang diobati dengan SS hanya 7 % yang bebas infeksi. Setelah pengobatan berjalan 15 hari, 87% pasien yang diobati dengan Madu sembuh sedangkan yang diobati dengan SS hanya 10% yang sembuh.
 

2. Penelitian pada tahun 1992 dan 1993 juga membuktikan bahwa dari pasien luka bakar yang diobati dengan Madu, hanya 20 % yang
menyisakan bekas luka ditubuhnya, sedangkan pengobatan modern dengan obat yang mahal menyisakan sekitar 65 % pasien meninggalkan bekas luka.
 

3. Dengan pengobatan Madu yang dicampur dengan minyak zaitun dan lilin lebah (Propolis) para dokter di Dubai Specialized Medical Center dibawah pimpinan Noori Al Waili telah berhasil mencapai tingkat penyembuhan tertinggi 86 % untuk penyakit infeksi kulit karena jamur.
 

4. Noori Al-Waili juga berhasil menyembuhkan sekitar 82 % dari pasien yang mengalami berbagai gangguan penyakit perut dyspepsia dan sebagainya dengan Madu.
 

5. Percobaan lain terhadap 169 bayi dan anak-anak yang mengalami infeksi lambung menunjukkan bahwa Madu mengalami tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengobatan lainnya, beberapa bukti diatas menguatkan keyakinan kita bahwa disebutnya Madu sebagai obat dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits memang benar-benar dapat berarti menjadi obat secara harfiah, meskipun tidak tertutup juga kemungkinan pengertian obat dalam arti luas menjaga kesehatan. Wallahu A’lam bi Shawwab.

Baca juga...  Transfusi dan Transplantasi Pada Hukum Islam

Air Zam-Zam

Beberapa Hadis Rasulullah mengenai Zam-Zam, yaitu : “Sumur Zam-Zam adalah sumur yang digali oleh Jibril As dan air minum yang disediakan Allah untuk Ismail As. “Sebaik-baik air dipermukaan bumi ialah air Zam-Zam, padanya terdapat makanan yang bermanfaat, minuman yang menyegarkan, serta penawar dan penyembuh berbagai penyakit.”

Air Zam-Zam tergantung niat atau maksud dalam yang meminumnya, kemudian Rasulullah Saw mengajarkan do’a ketika meminum air Zam-Zam : “Allahumma innii asaluka ilmanna fiau warizqau waasiau wasyifaan minkulli daai”. Yaa Allah, berikanlah kepada ku ilmu yang berguna, rezeki yang luas, kesembuhan dari segala penyakit.”

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya