oleh

Sejarah Al-Hijamah (Bekam) Dalam Islam

Sejarah Bekam Atau Hijamah Dalam Islam

Hijamah atau bekam atau banyak istilah lain yang sudah di kenal sejak dulu, yaitu mulai dari Kerajaan Sumeria kemudian sampai berkembang ke Babylonia, Mesir, Saba dan Persia, pada zaman Rasulullah Saw, beliau menggunakan kaca berupa cawan atau mangkuk tinggi.
Pada zaman China Kuno, mereka menyebutnya sebagai perawatan tanduk, karena tanduk di gunakan untuk menggantikan kaca, pada kurun abad ke-18 atau abad ke-13 H, orang-orang di Eropa menggunakan lintah sebagai alat untuk hijamah, pada satu masa 40 juta lintah di impor ke Negara Perancis untuk tujuan itu, lintah-lintah itu di laparkan lebih dahulu tanpa di beri makan, jadi bila di sangkutkan pada tubuh manusia, dia akan terus menghisap darah tadi dengan efektif, setelah kenyang, ia tidak berupaya lagi untuk bergerak, lalu dengan sendirinya akan jatuh dan mengakhiri “upacara” hijamahnya.

Kini pengobatan ini di modifikasi dengan sempurna dan mudah pemakaiannya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dengan menggunakan suatu alat yang praktis dan efektif, selain itu sumber lain mengatakan, kalau bekam mulai terkenal pada zaman Mesir Kuno, di mana kehidupan mereka mempunyai aktivitas bergadang yang tidak saja antar suku tapi juga menjangkau ke berbagai bangsa.

Perjalanan yang jauh dan cukup melelahkan, membuat kondisi tubuh mereka tidak nyaman, maka mereka berupaya untuk mengurangi rasa sakit di bagian anggota tubuhnya yang di rasa sakit, dengan mengeluarkan cairan-cairan darah yang mempengaruhi keseimbangan atau metabolisme tubuhnya, alhasil, dengan cara tersebut dapat memberikan dampak yang positif terhadap anggota tubuh yang di rasakan tidak nyaman.

Tindakan ini merupakan metode pembersihan darah yang tidak saja memberikan kenyamanan, keseimbangan dan menjaga metabolisme tubuh, akan tetapi, merupakan salah satu cara untuk penyembuhan penyakit dengan cara pelepasan atau pengeluaran darah dari anggota tubuh.

Baca juga...  Tentang Bekam

Beberapa cara pengeluaran darah yang di lakukan.
Pembedahan Melalui Arteri Pembedahan, arteri adalah pengeluaran darah bersih yang di produksi jantung untuk di alirkan ke seluruh tubuh, pembedahan ini sangat baik membantu metabolisme tubuh, karena memberi rangsangan kepada tubuh untuk memproduksi sel darah baru.
 
Pembedahan Melalui Vena, pembedahan vena adalah pengeluaran darah dari seluruh tubuh yang akan mengalir balik ke jantung, hal ini sangat membantu kerja jantung dalam proses pembersihan darah.
 

Penyedotan dengan lintah, meskipun cara ini mendekati dengan pembedahan permukaan kulit, terapi ini menggunakan lintah yang di tempelkan pada organ tubuh yang sakit atau titik-titik tertentu yang terjadi pembekuan darah, Lintah di tempelkan pada permukaan kulit untuk kemudian menghisap darah yang di anggap mengganggu peredaran darah dari seluruh tubuh, lintah akan berhenti menghisap darah apa bila tubuhnya sudah tidak mampu menampunga darah lagi dan lintah tersebut akan mati dengan sendirinya. Pada zaman dahulu, metode-metode seperti itu banyak di lakukan karena merupakan cara pelepasan darah yang sangat penting dalam menjaga, merawat dan menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Hippocrates (460-377 SM), Celsus (53 SM-7 M), Aulus Cornelius Galen (200-300 M) adalah manusia yang mempopulerkan cara pelepasan darah di zamannya, pembedahan selalu di lakukan pada lengan, badan, di atas Occipital (bagian belakang kepala), Auricular (telinga), bagian depan kepala atau bagian tubuh yang di rasakan sakit.

Dalam melakukan pengobatan tersebut, jumlah darah yang keluar cukup banyak, sehingga tidak jarang pasien pingsan, cara ini juga sering di lakukan orang-orang Romawi, Greek, Byzantium, Italia dan para rahib yang meyakini akan keberhasilan khasitanya.

Pembedahan Permukaan Kulit
Kulit merupakan organ terbesar dalam tubuh manusia dan paling banyak berkumpulnya toksid atau racun, maka cara inilah yang paling popular dalam pengeluaran toksid. Endapan-endapan racun yang berasal dari makananyang mengandung zat pewarna, penyedap, pengawet, pemanis, serta pencemaran udara dan pestisida untuk penyemprot hama bagi tanaman atau sayuran. Sisa-sisa racun tersebut banyak berkumpul di permukaan bawah kulit, yang semuanya sangat membahayakan tubuh manusia. Inilah salah satu ca ra detoksifikasi yang sangat berkesan dan tidak ada efek samping. Oleh karena itu, metode ini sangat di kenal dan di anjurkan sejak zaman Rasulullah Saw hingga saat ini, yang di kenal dengan Al-Hijamah atau bekam.

Baca juga...  Wudhu' Titik Biologis

Perkembangan sains dan teknologi menjadikan cara pengobatan ini lebih praktis, efektif, dan higienis serta mengikuti kaidah-kaidah yang telah di ilmiahkan, Sehingga memudahkan setiap orang untuk melakukan terapi ini. 
Selanjutnya CARA MELAKSANAKAN AL-HIJAMAH (BEKAM)

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru