oleh

Sekilas Tentang Ilmu Ma’rifat

Pengertian Konsep Ma‘rifah

Kata ma‘rifah berasal daripada bahasa Arab yang berarti mengetahui atau mengenal. Secara istilah perkataan ma‘rifah di artikan sebagai pengetahuan dan pengalaman terhadap sesuatu seperti sedia ada.

Selari dengan pandangan Al-Bustami, Al-Jurjani dalam Kitab Al-Ta‘rifat mengartikan ma‘rifah sebagai pengetahuan mengenai sesuatu seperti sedia ada yang berbeda daripada ilmu.

Definisi lebih lengkap lagi boleh di lihat dalam Kitab Al-Mawsū‘ah karya Tahanawi yang menyebutkan bahwa ma‘rifah itu adalah ilmu mengenal Tuhan yang juga dinamakan ilmu tauhid, yaitu pengetahuan dalam mengesakan Allah Ta’ala secara hakiki yang meliputi pengesaan terhadap af‘al, asma’, sifat dan dzat-Nya.

Pengertian yang di berikan oleh Tahanawi ini lebih mendekati pengertian ma‘rifah yang diberikan oleh para Sufi. Dzinnun Al-Misri misalnya, yang memaknakan ma‘rifah sebagai pemberian Allah berupa ilham yang di limpahkan melalui hati (qalb) seorang hamba-Nya yang terpilih.

Oleh itu, ma‘rifah bagi kaum sufi adalah pengetahuan tentang Tuhan atau ma‘rifatullah, seseorang yang mengenal Allah di kenali ‘arif (orang arif) yang mempunyai makna yang sama dengan gnostique, artinya yang mengetahui (Tuhan).

Manakala, konsep di sini bermaksud perkataan yang mengandungi suatu arti; suatu pendapat yang terbentuk dalam fikiran mengenai sesuatu, gagasan, tanggapan dan idea.

Justeru, “Konsep Ma‘rifah” bermaksud suatu pendapat, gagasan atau idea mengenai pengetahuan dan pemahaman terhadap Allah Ta’ala pengetahuan mengenai cara memandang dzat, sifat,asma’ dan af‘al-Nya melalui pandangan mata batin (qalb) dengan mengesakan dzat, ṣifat, asma’ dan af’al Allah Ta’ala.

Apabila seseorang telah berpandangan demikian, ia di katakan telah berma‘rifah secara hakiki, bagi kaum sufi, orang yang seperti ini di anggap telah mencapai suatu maqām atau tingkatan ma‘rifah atau mengenal Allah yang Maha Tinggi.

Baca juga...  Tasawuf Akhlaki

Menurut Al-Ghazali, ma‘rifah atau mengenal Allah adalah tingkatan keyakinan tertinggi yang juga dikenali sebagai haqq al-yaqin, artinya yakin terhadap al-haqq yaitu mengenal Allah secara hakiki yang merupakan pengetahuan tauhid tertinggi.

“Konsep ma‘rifah” ini merujuk kepada konsep yang di rumuskan oleh Muhammad Nafis Al-Banjari dalam kitabnya Al-Durr Al-Nafis yaitu pemikiran atau gagasan berkenaan mengenal Allah secara hakiki melalui konsep tauhid, yaitu, tauḥid Al-dzat, As-Sifat, Al-Asma’ dan Al-Af‘al Allah Ta’ala serta melalui konsep tajalli wujud yaitu wujud Tuhan dan wujud ciptaan-Nya.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru