oleh

Shalat Hajat dan Shalat Tasbih

Apabila seorang muslim menginginkan suatu hajat (keperluannya), maka hendaklah ia berwudhu’ dan melakukan shalat 2 raka’at, lalu memohonkan hajatnya kepada Allah, hal ini berdasarkan sabda Nabi Saw, yaitu : “Barangsiapa yang berwudhu’ lalu membaguskan wudhu’nya, kemudian shalat 2 raka’at dengan menyempurnakan, maka Allah akan memberinya apa yang ia minta, baik yang mendesak atau tidak mendesak.” (H.R. Imam Ahmad).

Berkata Syaikh ’Abdullah bin ’Abdurrahman Al-Jibrin, yaitu : “Adapun shalat hajat, hadits yang menerangkannya tidak masyhur, tetapi tidak mengapa melakukannya dan berdo’a di dalamnya setelah salam, karena ada kisah do’a Abu Musa Ra dan do’a Rasulullah Saw kepada saudaranya setelah melakukan shalat 2 raka’at.”

SHALAT TASBIH
Shalat Tasbih adalah shalat sunnah yang di lakukan dengan bentuk khusus, di namakan Shalat Tasbih karena di dalamnya banyak terdapat ucapan tasbih, pada setiap raka’at terdapat tujuh puluh lima tasbih.
Hukum Shalat Tasbih
Para ulama berselisih tentang hukumnya, hal ini di karenakan perbedaan pendapat mereka tentang keabsahan hadits tentang Shalat Tasbih, h
adist riwayat Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah, hadits ini di lemahkan oleh para ulama lainnya, yaitu di antaranya adalah Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnul Arabi, Ibnul Jauzi dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah), pendapat yang rajih (kuat) dalam masalah ini adalah bahwa Shalat Tasbih adalah tidak di syari’atkan dan ini adalah Madzhab Imam Ahmad.

Berkata Imam Ahmad : “Shalat Tasbih tidak menakjubkanku.” Di tanyakan kepada beliau, “Mengapa? Beliau menjawab, “Karena tidak ada satu hadits shahihpun mengenai hal itu, seraya mengisyaratkan dengan tangannya seperti orang yang menolak, maka sebaiknya kita tidak perlu melakukannya, karena hadits yang menerangkannya di perselisihkan tentang keabsahannya oleh para ulama.

Baca juga...  Bolehkan Mengakhirkan Shalat Zuhur & Ashar Dengan Alasan Sibuk Bekerja?

Hal ini juga sejalan dengan Qaidah Fiqhiyyah, “Keluar dari perselisihan para ulama adalah lebih utama.”
Wallahu a’lam bissawab.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya