oleh

Shalat Istisqa’

Shalat Istisqa’ adalah shalat meminta hujan kepada Allah pada musim paceklik, kekeringan dan hujan tidak kunjung turun.

Hukum Shalat Istisqa’

Hukum Shalat Istisqa’ menurut Jumhur adalah Sunnah Mustahabah (di anjurkan), ketika manusia mengalami musim paceklik, kekeringan dan hujan tidak kunjung turun.


Waktu Shalat Istisqa’
Shalat Istisqa’ tidak memiliki waktu tertentu, ia boleh dilakukan kapan pun, ttapi Shalat Istisqa’ tidak diperbolehkan dikerjakan pada waktu terlarang dan waktu yang paling utama adalah dikerjakan pada waktu matahari telah muncul (dan naik setinggi tombak), seperti waktu Shalat ’Ied. (H.R. Abu Dawud).
Tempat Pelaksanaan Shalat Istisqa’
Termasuk sunnah adalah melaksanakan Shalat Istisqa’ di tanah lapang, kecuali bagi penduduk Makkah, mereka tetap shalat di Masjidil haram, tidak perlu keluar darinya.

Tata Cara Shalat Istisqa’
Tata cara Shalat Istisqa’ sama seperti tata cara Shalat ’Ied, baik dalam jumlah raka’at, jumlah takbir dan dilakukan dengan mengeraskan bacaan.

Khutbah Istisqa’
Disunnahkan bagi imam untuk menyampaikan khutbah satu kali dan lebih utama khutbah dilakukan sebelum shalat, ini adalah pendapat Imam Malik dan Imam Ahmad.

Do’a-do’a yang Ma’tsur Dalam Shalat Istisqa’

Di antara do’a-do’a yang ma’tsur dalam Shalat Istisqa’ adalah : “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.” (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru