oleh

Shalat Qashar dan Shalat Jama’

SHALAT QASHAR

Safar (bepergian jauh) pada umumnya selalu di sertai dengan kesulitan, sebagaimana di riwayatkan dari Abu Hurairah Ra, dari Nabi Saw beliau bersabda : “Safar adalah sepotong adzab, salah seorang di antara kalian menahan makanannya, minumannya dan tidurnya, jika seorang telah menyelesaikan urusannya, maka hendaknya segera kembali ke (rumah) keluarganya.” (H.R. Imam Bukhari).
Dan di antara kemudahan Islam ketika safar adalah di perbolehkannya Shalat Qashar. (Q.S. An-Nisaa’ : 101), Shalat Qashar adalah meringkas shalat empat raka’at, yaitu : Shalat Zhuhur, Ashar dan Isya’ menjadi 2 dua raka’at, sedangkan Shalat Maghrib dan Shalat Shubuh tidak dapat di qashar. (H.R. Imam Ahmad).
 

Shalat Qashar juga di syari’atkan ketika dalam kondisi aman, sebab di perbolehkannya mengqashar shalat sebab yang memperbolehkan meng-qashar shalat adalah karena safar. 

Hukum Meng-qashar Shalat 
Mengqashar shalat ketika safar hukumnya adalah sunnah mu’akkadah baik dalam kondisi aman maupun takut, mengqashar shalat merupakan rukhshah (keringanan) dari Allah, yang di anjurkan untuk di laksanakan. (H.R. Imam Ahmad), jika seorang musafir menyempurnakan shalatnya (tidak di qashar), maka shalatnya tetap sah, batasan jarak mulai di perbolehkannya mengqashar shalat.
 

Para ulama telah berbeda pendapat mengenai jarak safar yang memperbolehkan mengqashar shalat, dalam hal ini ada lebih dari dua puluh pendapat dan pendapat yang rajih (yang kuat), InsyaAllah adalah bahwa mengqashar shalat boleh di lakukan pada setiap perjalanan yang di sebut sebagai safar (bepergian jauh) menurut ‘urf (kebiasaan), di mana seorang musafir membutuhkan bekal dan kendaraan. 

SHALAT JAMA’
Shalat Jama’ adalah menggabungkan dua shalat dengan mengerjakannya pada salah satu waktunya dan shalat yang dapat di jama’ adalah khusus Zhuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan Isya’, hal ini berdasarkan hadits dari Abdullah bin Abbas Ra ia berkata : “Rasulullah Saw menjama’ antara Shalat Zhuhur dengan (Shalat) Ashar jika dalam perjalanan dan menjama’ (Shalat) Maghrib dengan (Shalat) Isya.” (H.R. Imam Bukhari).
 

Macam-macam Shalat Jama’
Jama’ di bagi menjadi dua, antara lain :
a. Jama’ Taqdim adalah menggabungkan antara dua shalat dengan mengerjakannya pada waktu pertama, yaitu : Shalat Zhuhur dengan Ashar di kerjakan di waktu Zhuhur dan Shalat Maghrib dengan Isya’ di kerjakan di waktu Maghrib.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru