oleh

Shalat Witir

Apa Itu Shalat Witir?

Allah mencintai Shalat Witir dan memerintahkan kepada umat muslimin dan muslimat untuk melakukan shalat witir, sebagaimana di riwayatkan dari Ali bin Abi Thalib Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Shalat Witirlah wahai ahli Qur’an, karena sesungguhnya Allah witir (Tunggal) dan Dia mencintai (Shalat) Witir.” (H.R. At-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Hukum Shalat Witir
Shalat Witir hukumnya adalah Sunnah Muakkadah, ini adalah pendapat mayoritas ulama dari kalangan sahabat dan tabi’in. (H.R. At-Tirmidzi, Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Waktu Shalat Witir
Shalat Witir boleh di lakukan setelah Shalat Isya’ sampai (sebelum) terbit fajar kedua (Shubuh), sedangkan waktu yang paling utama adalah di lakukan pada sepertiga malam terakhir. (H.R. Abu Dawud).

Jumlah Raka’at Dan Tata Cara Shalat Witir

Shalat Witir dapat di lakukan dengan 1 raka’at, 3 raka’at, 5 raka’at, 7 raka’at, atau 9 raka’at.

Adapun tata caranya adalah :
Shalat Witir dengan 1 raka’at, shalat witir dengan 1 raka’at di lakukan dengan 1 kali salam. (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Shalat Witir dengan 3 raka’at, shalat witir dengan 3 raka’at boleh di lakukan dengan 2 kali salam , yakni 2 raka’at dan 1 raka’at atau dengan 1 salam (3 raka’at sekaligus), namun tidak di syari’atkan melakukan tasyahud awal pada Shalat Witir yang di lakukan dengan 3 raka’at sekaligus, karena yang demikian menyerupai Shalat Maghrib dan yang demikian itu di larang. (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Shalat Witir dengan 5 raka’at, shalat witir dengan 5 raka’at di lakukan dengan 5 raka’at sekaligus, 1 kali salam. (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Shalat Witir dengan 7 raka’at, shalat witir dengan 7 raka’at di lakukan dengan 7 raka’at sekaligus, jika telah sampai pada raka’at keenam, maka membaca tasyahud awal, kemudian berdiri dan melaksanakan raka’at ketujuh lalu membaca tasyahud akhir dan salam.

Baca juga...  Sunnah-Sunnah Dalam Shalat

Shalat Witir dengan 9 raka’at, shalat witir dengan 9 raka’at di lakukan dengan 9 raka’at sekaligus, jika telah sampai pada raka’at kedelapan membaca tasyahhud awal, kemudian berdiri untuk melaksanakan raka’at kesembilan, lalu membaca tasyahud akhir dan salam. (H.R. Imam Muslim, An-Nasa’i dan Abu Dawud).

Bacaan Surat Dalam Shalat Witir
Di perbolehkan dalam Shalat Witir seseorang membaca surat apa saja setelah Surat Al-Fatihah, akan tetapi jika seseorang berwitir dengan 3 raka’at, di sunnahkan pada raka’at pertama membaca surat Al-A’la, pada raka’at kedua surat Al-Kafirun dan para raka’at ketiga surat Al-Ikhlas. (H.R. At-Tirmidzi dan An-Nasa’i), terkadang pada raka’at ketiga, selain membaca Al-Ikhlas juga membaca Al-Muawwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas). (H.R. At-Tirmidzi).

Qunut Dalam Shalat Witir
Di sunnahkan untuk membaca do’a qunut dalam Shalat Witir, di antara do’a-do’a yang pernah di ajarkan oleh Nabi Saw adalah : “Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang Engkau beri petunjuk. Bebaskanlah aku dari marabahaya seperti orang-orang yang Engkau bebaskan dari marabahaya. Uruslah aku seperti orang-orang yang Engkau urus. Berkahilah aku pada apa-apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Lindungilah aku dari keburukan apa-apa yang telah Engkau putuskan, karena sesungguhnya Engkau memberi keputusan dan tidak di beri keputusan. Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau tolong dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau, wahai Rabb kami dan Engkau Maha Tinggi.” (H.R. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Tasbih Dan Do’a Setelah Shalat Witir
Setelah Shalat Witir di sunnahkan juga untuk membaca : Subhaanal malikil qudduus.” (Mahasuci Allah, Penguasa Yang Maha Suci) sebanyak 3 kali. (H.R. Abu Dawud, An-Nasa’i dan Ibnu Majah), saat mengucapkan untuk ketiga kalinya, di tambah dengan : “Rabbil malaa’ikati warruuh.” (Rabb para Malaikat dan Jibril). (H.R. Ad-Daruqutni).

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya