oleh

Shalatnya Pengantin Baru Sebelum Jima’ dan Shalat Safar

SHALATNYA PENGANTIN BARU SEBELUM JIMA’

Di anjurkan bagi sepasang suami dan isteri untuk melaksanakan shalat bersama isterinya setelah aqad nikah, sebelum jima’, hal ini berdasarkan riwayat dari Abu Sa’id Ra, mantan budak Abu Usaid, ia berkata : “Aku baru saja menikah dan saat itu aku berstatus sebagai seorang budak, kemudian aku mengundang beberapa sahabat Nabi Saw, di antaranya Ibnu Mas’ud, Abu Dzar dan Hudzaifah dan iqamahpun di kumandangkan, lalu Abu Dzar Ra bersiap untuk maju kedepan (menjadi imam), namun para sahabat berkata kepadaku, “Majulah engkau (untuk menjadi imam). Aku bertanya, “Begitukah? Mereka menjawab, “Ya, benar.” Akhirnya aku maju mengimami mereka, padahal aku seorang budak.

Selanjutnya mereka mengajari aku dan berkata, “Apabila engkau hendak berjima’ dengan isterimu, hendaklah engkau mengerjakan shalat 2 raka’at, kemudian mintalah kepada Allah kebaikan dari apa yang masuk padamu dan berlingdunglah kepada-Nya dari kejahatannya, setelah itu urusan terserah engkau dan isterimu.” (H.R. Abdurrazaq dan Ibnu Abi Syaibah).

SHALAT SAFAR (BEPERGIAN)

Di anjurkan untuk segera melaksanakan shalat 2 raka’at ketika di masjid, sewaktu seseorang pulang dari safar (bepergian), sebelum kembali ke rumahnya, di riwayatkan dari Ka’ab bin Malik Ra, yaitu : “Bahwasanya (Nabi Saw) dahulu ketika datang dari bepergian, beliau masuk ke masjid, kemudian melaksanakan shalat 2 raka’at sebelum duduk.” (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).
 

Berkata Imam An-Nawawi : “Hadits di atas menganjurkan untuk mengerjakan shalat 2 raka’at di masjid ketika seseorang kembali dari safarnya pada awal kedatangannya. 

Shalat ini di niatkan karena kembali dari safar dan bukan Shalat Tahiyatul Masjid.

Baca juga...  Pertanyaan Tentang Hukum Membaca Niat Ketika Hendak Shalat

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya