oleh

Siapakah yang Berwenang Membagi Harta Waris?

SIAPAKAH YANG BERWENANG MEMBAGI HARTA WARIS?

Adapun yang berwenang membagi harta waris atau yang menentukan bagiannya yang berhak mendapatkan dan yang tidak, bukanlah orang tua anak, keluarga atau orang lain, tetapi Allah, karena Dia-lah yang menciptakan manusia dan yang berhak mengatur kebaikan hambaNya.
Allah berfirman : “Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu, yaitu, bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan…” (Q.S. An-Nisa 4 : 11).


“Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah : “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah, (yaitu) jika seorang meninggal dunia dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan…” (Q.S. An-Nisa 4: 176). Sebab turun ayat ini, sebagaimana di ceritakan oleh sahabat Jabir bin Abdullah Ra, bahwa dia bertanya kepada Rasulullah Saw : “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku lakukan dengan harta yang kutinggalkan ini? Lalu turunlah ayat An-Nisa ayat 11, Jabir bin Abdullah Ra berkata, datang isteri Sa’ad bin Ar-Rabi’ kepada Rasulullah Saw dengan membawa dua putri Sa’ad. Dia (isteri Sa’ad) bertanya : “Wahai Rasulullah, ini dua putri Sa’ad bin Ar-Rabi. Ayahnya telah meninggal dunia ikut perang bersamamu pada waktu perang Uhud, sedangkan pamannya mengambil semua hartanya dan tidak sedikit pun menyisakan untuk dua putrinya. Keduanya belum menikah….”. Beliau Saw bersabda : “Allahlah yang akan memutuskan perkara ini”. Lalu turunlah ayat waris. Beliau Saw memanggil paman anak ini, sambil bersabda : “Bagikan kepada dua putri Sa’ad dua pertiga bagian dan ibunya seperdelapan, sedangkan sisanya untuk engkau.” 

Berdasarkan keterangan di atas, jelaslah, bahwa yang berwenang dan berhak membagi waris, tidak Iain hanyalah Allah, bahkan Allah mempertegas dengan firman-Nya ini adalah ketetapan dari Allah dan firman-Nya itu adalah ketentuan Allah, lihat Surat An-Nisa‘ ayat 11,13 dan 176.

Ketentuan Allah adalah sangat tepat dan satu-satunya cara untuk menanggulangi problem keluarga pada waktu keluarga meninggal dunia, khususnya dalam bidang pembagian harta waris, karena pembagian dari Allah pasti adil dan pembagiannya sudah jelas yang berhak menerimanya, oleh sebab itu, mempelajari ilmu fara’idh atau pembagian harta pusaka merupakan hal yang sangat penting untuk menyelesaikan perselisihan dan permusuhan di antara keluarga, sehingga selamat dari memakan harta yang haram.
Berikutnya, Allah menentukan pembagian harta waris ini untuk kaum laki-laki dan perempuan. 


Allah berfirman : “Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya dan bagi wanita ada hak bagian pula dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yang telah di tetapkan.” (Q.S. An-Nisa 4 : 7).
Dalil pembagian harta waris secara terperinci dapat di baca dalam Surat An-Nisa ayat 11-13 dan 176.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya