oleh

Sujud Sahwi

Apa itu Sujud Sahwi?

Sahwi secara bahasa bermakna lupa atau lalai, sujud sahwi secara istilah adalah sujud yang dilakukan di akhir shalat atau setelah shalat untuk menutupi cacat dalam shalat karena meninggalkan sesuatu yang diperintahkan atau mengerjakan sesuatu yang dilarang dengan tidak sengaja.

Hukum Sujud Sahwi

Hukum sujud sahwi adalah wajib, karena Nabi Saw memerintahkannya dan juga karena beliau senantiasa melakukannya ketika lupa, pendapat ini yang dipilih oleh ulama Hanafiyah, salah satu pendapat dari Malikiyah, ulama Zhahiriyah dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

Sebab-Sebab Sujud Sahwi

Sujud sahwi dilakukan dengan tiga sebab, antara lain :

1. Pengurangan (An-Naqsh)
Pengurangan dalam shalat yang mengharuskan sujud sahwi ada dua, antara lain :


a. Pengurangan rukun shalat.

Apabila yang ditinggalkan adalah takbiratul ihram, maka tidak ada shalat baginya, baik ditinggalkan dengan sengaja atau lupa, karena sesungguhnya shalatnya belum didirikan, jika yang ditinggalkan adalah rukun shalat selain takbiratul ihram dan ditinggalkan dengan sengaja, maka shalatnya batal menurut kesepakatan para ulama, namun jika ditinggalkan karena lupa, maka shalatnya tidak batal, tetapi ada cara tertentu untuk memperbaikinya.

b. Pengurangan wajib shalat
Apabila seorang yang shalat meninggalkan wajib dalam shalat secara sengaja, maka shalatnya batal, tetapi jika hal itu dilakukannya karena lupa, maka dibagi dalam tiga kondisi, yaitu : Jika mengingatnya sebelum melanjutkan dari tempatnya pada shalat tersebut, maka ia harus melakukannya dan tidak ada sesuatu atasnya (tidak perlu melakukan sujud sahwi), jika ia mengingatnya setelah melanjutkan dari tempatnya di dalam shalat, tetapi belum mencapai rukun yang mengikutinya, maka ia harus kembali (pada apa yang ditinggalkannya) dan melakukannya, kemudian ia menyempurnakan shalatnya hingga salam, lalu sujud sahwi dan salam. Jika ia mengingatnya setelah mencapai rukun shalat yang mengikutinya, maka wajib shalat tersebut batal dan ia tidak boleh kembali untuk melaksanakannya. Akan tetapi setelah ia menyelesaikan shalatnya ia sujud sahwi terlebih dahulu sebelum salam.

Baca juga...  Cara Mandi Wajib

2. Penambahan (Az-Ziyadah)
Apabila seseorang menambahkan sesuatu dalam shalatnya, seperti; berdiri, duduk, ruku’ atau sujud dengan sengaja, maka shalatnya batal, jika itu dilakukan karena lupa dan dia tidak ingat hingga selesainya shalat, maka tidak ada kewajiban lain atasnya, kecuali sujud
sahwi dan shalatnya sah, jika dia ingat adanya tambahan itu ketika sedang shalat, maka dia wajib kembali dan melakukan sujud sahwi dan shalatnya sah. (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

3. Keragu-raguan (Asy-Syak)
Syak (ragu) adalah kebimbangan di antara dua keadaan yang muncul, keraguan tidak diperhitungkan dalam perkara ibadah pada tiga hal, antara lain :adalah jika hal tersebut hanya merupakan khayalan seseorang yang bukan merupakan kenyataan, seperti was-was, jika hal tersebut muncul secara terus-menerus pada seseorang bahwa ia tidak melakukan suatu ibadah kecuali ia meragukannya, jika hal tersebut muncul setelah menyempurnakan
ibadah, maka yang demikian tidak diperhitungkan selama ia tidak yakin atasnya dan dalam hal ini ia harus beramal terhadap apa yang ia yakini.

Letak Sujud Sahwi
Letak sujud sahwi dibagi menjadi dua, antara lain :

a. Sebelum Salam
Sujud sahwi dilakukan sebelum salam, jika seseorang belum melakukan salah satu dari hal yang wajib, wajib shalat (karena lupa), maka ia melakukan sujud sahwi sebelum salam, seseorang mengalami keragu-raguan dalam shalat, lalu tidak nampak baginya keadaan yang yakin, maka ia harus memilih yang paling sedikit dan sujud sahwinya adalah sebelum salam, karena shalatnya ketika itu seakan-akan perlu ditambal, disebabkan masih ada yang kurang yaitu yang belum ia yakini. (H.R. Imam Muslim).
 

b. Sesudah Salam
Sujud sahwi dilakukan sesudah salam, jika seseorang menambahkan suatu gerakan dari jenis gerakan shalat karena lupa, seperti berdiri, ruku’, sujud atau melaksanakan shalat empat raka’at menjadi lima raka’at, karena penambahan tersebut ia wajib melakukan sujud sahwi sesudah salam, baik teringat sebelum salam maupun sesudah salam, karena sujud sahwi ketika itu untuk menghinakan syetan, seseorang merasa ragu-ragu, lalu nampak baginya keadaan yang yakin, maka sujud sahwinya sesudah salam, untuk menghinakan syetan. (H.R. Imam Bukhari).

Tata Cara Sujud Sahwi

Tata cara sujud sahwi adalah :

  1. Dilakukan dengan dua kali sujud.
  2. Disertai takbir setiap kali akan sujud dan mengangkat kepala. (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).
  3. Jika sujud sahwi dilakukan sesudah salam, maka ditutup dengan salam lagi. (H.R. Imam Muslim).

Bacaan Sujud Sahwi
Bacaan sujud sahwi sama seperti bacaan sujud-sujud lain di dalam shalat, di antara bacaannya adalah : “Subhaanaraabiyal ‘a’la” (Maha Suci Rabbku Yang Maha Tinggi). (H.R. An-Nasa’i), atau membaca : “Subhaanallahumma rabbanaa wabihamdikallahummaghfirli” (Maha Suci Engkau Ya Allah, Rabb kami dan Maha Terpuji Engkau Ya Allah, ampunilah aku.” (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya