oleh

Syarat-Syarat Dalam Jual Beli

Tentang Syarat-syarat Dalam Jual Beli

Syarat dalam jual beli adalah kewajiban yang di tetapkan oleh salah satu pelaku jual beli kepada yang lainnya, yang kewajiban tersebut mengandung kemanfaatan.

Syarat yang di tentukan pada jual beli terbagi menjadi dua, antara lain :

a. Syarat shahih

Syarat shahih adalah syarat yang di benarkan dalam jual beli, baik itu berkaitan dengan sifat atau manfaat tertentu dari barang yang akan di perjual belikan dan syarat tersebut tidak bertentangan dengan syari’at Islam.

Misalnya pembeli mensyaratkan buku yang akan di belinya kertasnya yang berwarna putih, pembeli mensyaratkan agar rumah yang akan di belinya di tempati terlebih dahulu selama satu bulan dan lain sebagainya.

Maka syarat seperti ini di perbolehkan, jika antara penjual dan pembeli sama-sama ridha. (H.R. At-Tirmidzi Juz 3 : 1352 dan Abu Dawud : 3594).

b. Syarat fasid


Syarat fasid adalah syarat yang tidak di benarkan dalam jual beli, syarat ini terbagi menjadi dua, yaitu :

Syarat yang rusak dan merusak akad jual beli

Syarat yang rusak dan merusak akad jual beli yaitu syarat yang bertentangan dengan syari’at Islam.

Misalnya penjual mensyaratkan agar pembeli tidak memiliki hak untuk memilih dan memeriksa barang dan yang semisalnya, maka syarat semacam ini di haramkam dan akad jual belinya tidak sah.

Syarat fasid adalah syarat yang tidak di benarkan dalam jual beli, syarat ini terbagi menjadi dua, yaitu :

Syarat yang rusak dan merusak akad jual beli

yarat yang rusak dan merusak akad jual beli yaitu syarat yang bertentangan dengan syari’at Islam.

Misalnya penjual mensyaratkan agar pembeli tidak memiliki hak untuk memilih dan memeriksa barang dan yang semisalnya, maka syarat semacam ini di haramkam dan akad jual belinya tidak sah.

Baca juga...  Berdagang Tapi Jangan Lalaikan Ibadah

Syarat yang rusak namun tidak merusak akad jual beli

Syarat yang rusak namun tidak merusak akad jual beli adalah syarat yang menyelisihi prinsip jual beli, tapi syarat tersebut tidak berkaitan langsung
dengan akad jual beli.

Misalnya penjual mensyaratkan bahwa pembeli nantinya tidak boleh menjual barang yang akan di belinya tersebut dan lain sebagainya.

Maka syarat seperti ini batal dan tidak perlu di penuhi, namun akad jual belinya tetap sah. Di riwayatkan dari ‘Aisyah Ra, ia berkata Nabi Saw bersabda : “Barangsiapa yang mensyaratkan sesuatu yang bertentangan dengan Kitabullah, maka syarat tersebut adalah batil walaupun seratus syarat.” (H.R. Bukhari Juz 2 : 2047 dan Muslim Juz 2 : 1504).

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru