Pembahasan Mengenai Syarat-syarat Talak

Syarat talak terbagi menjadi dua, yaitu :

a. Syarat yang berhubungan dengan yang mentalak
Syarat yang berhubungan dengan yang mentalak ada tiga, antara lain :
- Orang yang mentalak adalah suami bagi wanita yang di talak. (H.R. Imam Ahmad, At-Tirmidzi Juz 3 : 1181, Abu Dawud : 2190 dan Ibnu Majah : 2047).

Sehingga jika seorang mengatakan, “Jika aku menikah dengan si Fulanah, maka ia di talak” ucapan ini tidak di perhitungkan sebagai talak, karena wanita tersebut belum menjadi isterinya yang sah.

– Orang yang mentalak telah mencapai baligh, sehingga talak yang yang di lakukan oleh anak kecil, meskipun sudah mumayyiz, maka talaknya tidak sah. Ini adalah pendapat Jumhur ulama’.
- Orang yang mentalak adalah orang yang berakal. (H.R. Imam Ahmad, Abu Dawud : 4398, An-Nasa’i Juz 6 : 3432 dan Ibnu Majah : 2041).

Talak di lakukan tanpa paksaan

b. Syarat yang berhubungan dengan yang di talak
Syarat yang berhubungan dengan yang di talak ada dua, antara lain :

- Orang yang di talak adalah isteri bagi suami yang mentalak.

- Talak benar-benar di tujukan oleh suami kepada isterinya, baik berupa ucapan, isyarat, sifat, maupun niat.

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: