oleh

Tata Cara Pelaksanaan Li’an

Tata cara pelaksanaan li’an adalah sebagai berikut :

1. Hakim memulai dengan mengingatkan kedua suami isteri agar bertaubat sebelum melakukan li’an, jika keduanya bersikeras ingin melakukan li’an, maka di lakukanlah li’an.

2. Hakim memulai dengan memerintahkan suami untuk berdiri, hakim berkata, ”Katakanlah empat kali, ”Aku bersaksi kepada Allah sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berkata benar dalam tuduhan zina yang aku tuduhkan kepada isteriku.”

3. Suami berkata, ”Aku bersaksi kepada Allah sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berkata benar dalam tuduhan zina yang aku tuduhkan kepada isteriku” sebanyak empat kali.

Jika isterinya hadir, maka suami mengucapkan perkataan tersebut sambil menunjuk isterinya, namun jika isterinya tidak hadir, maka dengan menyebutkan nama isterinya dan nasabnya, misalnya Fulanah binti Fulan.

4. Hakim memerintahkan seseorang untuk meletakkan tangan ke mulut suami, kemudian hakim berkata kepada suami, ”Bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya ucapan tersebut menetapkan adanya.

Hati-hati dengan li’an sebelum ucapan kelima

Di riwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, “Bahwa Nabi Saw memerintahkan kepada seorang laki-laki ketika terjadi li’an antara kedua (suami isteri) agar meletakkan tangannya pada mulut (suami) sebelum ucapan yang kelima.

Dan beliau bersabda, “Sesungguhnya (laknat) tersebut pasti terjadi.” (H.R. An-Nasa’i Juz 6 : 3472).

Hindari siksa yang pedih dalam hal ini, sehingga ia tidak terburu-buru untuk mengucapkannya yang kelima sebelum mendapatkan nasihat, karena siksa di dunia lebih ringan daripada siksa di akhirat.

5. Jika suami bersikeras, maka di perintahkan untuk mengucapkan, ”Laknat Allah kepadaku jika aku termasuk orang-orang yang berdusta.”

Bila suami telah mengatakan ucapan tersebut, maka tidak berlaku hadd qadzaf (hukuman tuduhan zina) padanya, tapi bila ia menarik ucapannya (tidak mengucapkan ucapan yang kelima), maka ia di hukum dengan hadd qadzaf, yaitu di cambuk sebanyak delapan puluh kali cambukan.

Baca juga...  Hukum Talak

6. Kemudian hakim berkata kepada isteri, ”Engkau pun harus mengucapkan seperti itu. Jika engkau tidak bersedia mengucapkannya, maka engkau akan di hadd dengan hukuman zina.”

7. Isteri berkata, ”Aku bersaksi kepada Allah, sesungguhnya ia termasuk orang-orang yang dusta” sebanyak empat kali.

8. Hakim memerintahkan seorang untuk menghentikannya (tetapi tanpa memerintahkan untuk meletakkan tangan di mulutnya), agar memberi nasihat kepadanya bahwa ucapan yang kelima akan menetapkan murka Allah padanya, jika ia berdusta.

9. Jika isteri tetap mengingkarinya, maka ia di perintahkan untuk berkata, ”Murka Allah kepadaku, jika ia termasuk orang-orang yang berkata benar.” Setelah ia mengucapkannya, maka gugurlah hadd zina darinya.

10. Namun jika isteri menarik ucapannya (tidak mengucapkan ucapan yang kelima) dan mengakui perbuatannya, maka ia di hadd dengan hukuman
zina. (H.R. Bukhari Juz 4 : 4470, At-Tirmidzi Juz 5 : 3179, Abu Dawud : 2254 dan Ibnu Majah : 2067).

Mengenai Li’an ini ada konsekwensi hukumnya, sebaiknya baca juga : Konsekuensi dari Pelaksanaan Li’an

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru