oleh

Tayammum

Cara melakukan tayammum

Tayammum adalah memukulkan dua telapak tangan ke sha’id (permukaan tanah) yang suci dengan niat, agar sah dalam melaksanakan shalat dan lainnya, di syari’atkannya tayammum merupakan kemudahan dan keberkahan bagi umat Nabi Muhammad Saw, turunnya ayat tayammum berkenaan dengan kisah hilangnya kalung Ummul Mu’minin ‘Aisyah Ra. (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim), sehingga berkatalah Usaid bin Hudhair Ra kepada ‘Aisyah Ra, yaitu : “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, sungguh demi Allah, tidaklah setiap kali engkau mendapat permasalahan, kecuali Allah selalu memberikan jalan keluar bagimu dan sekaligus memberikan berkah kepada kaum muslimin.” (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Tayammum di syari’atkan sebagai pengganti bersuci dengan air (wudhu dan mandi), bagi orang yang berhadats kecil maupun besar, tayammum juga merupakan keistimewaan umat Islam. (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim).
 
Sebab Diperbolehkan Tayammum
Tayammum di syari’atkan dalam dua keadaan, yaitu antara lain :

  1. Ketika tidak mendapatkan air, baik itu ketika mukim maupun safar. (Q.S. Al-Maidah : 6).
  2. Ketika ada udzur (alasan) tidak dapat menggunakan air, seperti karena sakit (jika ia menggunakan air akan memperparah sakitnya atau akan memperlambat kesembuhannya), dingin yang sangat (menggigit), sedikitnya air (jika digunakan untuk bersuci khawatir kehausan) dan semisalnya. (H.R. Abu Dawud dan Ibnu majah).

Alat Bertayammum 
Tayammum boleh dilakukan dengan media apa saja yang ada di permukaan tanah yang suci dan syarat media yang digunakan untuk tayammum adalah yang menerbangkan debu (kering), maka tanah yang basah tidak sah untuk dipakai tayammum (Q.S. Al-Maidah : 6), ini adalah pendapat Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin.
 

Ash-Shaid adalah permukaan bumi, baik itu berupa tanah yang ada di permukaan, kerikil, batu, pasir, debu, tembok atau yang lainnya. (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim), dikecualikan dari hal diatas adalah tempat yang najis, karena syarat alat untuk bertayammum adalah debu yang suci, sehingga tidak diperbolehkan bertayammum dengan tanah yang terkena air seni yang belum suci dari air seni tersebut.
 

Syarat Sah Tayammum
Syarat sahnya tayammum adalah niat, berniat tayammum di dalam hati untuk bersuci dari hadats kecil atau besar. (H.R. Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Baca juga...  Siapakah yang Berwenang Membagi Harta Waris?

Tata Cara Tayammum
Tata cara tayammum antara lain :

  1. Membaca basmalah. (H.R. Abu Dawud, Imam Ahmad dan Ibnu Majah).
  2. Menepukkan kedua telapak tangan diatas tanah satu kali pukulan.
  3. Meniup debu atau tanah yang ada di telapak tangan.
  4. Mengusap wajah dan kedua tangan sampai pergelangan. (H.R. Imam Bukhari).

Pembatal Tayammum
Pembatal-pembatal tayammum antara lain :

  1. Segala sesuatu yang membatalkan wudhu’, seperti keluarnya sesuatu dari dubur dan qubul, tidur nyenyak, hilang akal kerena sakit (gila), pingsan, mabuk, menyentuh kemaluan tanpa penghalang diiringi dengan syahwat dan memakan daging unta.
  2. Adanya air bagi orang yang sebelumnya tidak mendapatkan air.
  3. Mampu menggunakan air bagi orang yang sebelumnya tidak mampu menggunakan air.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya