oleh

Tentang Bekam

Apa itu bekam?

Pengertian bekam
Bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit, perkataan Al-Hijamah berasal dari istilah bahasa Arab, yaitu : Hijama yang berarti pelepasan darah kotor, sedangkan dalam bahasa Inggris di sebut dengan cupping dan dalam bahasa Melayu di kenal dengan istilah Bekam.


Di Indonesia di kenal pula dengan istilah kop atau cantuk, selain itu ada berapa istilah yang di pakai dalam bentuk terapi yang satu ini, di antaranya adalah Hijamah istilah dalam bahasa Arab. Bekam istilah Melayu, Cupping istilah dalam bahasa Inggris, Gua-sha dalam ba hasa Cina, Cantuk dan Kop istilah yang di kenal oleh orang Indonesia, yaitu dengan melakukan penghisapan atau vakum, maka terbentuklah tekanan negatif di dalam cawan atau kop sehingga terjadi drainase cairan tubuh berlebih berupa darah kotor dan toksin, menghilangkan perlengketan atau adhesi jaringan ikat dan akan mengalirkan darah “bersih” ke permukaan kulit dan jaringan otot yang mengalami stagnasi serta merangsang sistem syaraf perifer.

Dalam beberapa literatur di sebutkan bahwa bekam bekerja dengan cara merangsang atau mengaktifkan, yakni :

  1. Sistem kekebalan tubuh.
  2. Pengeluaran Enkefalin.
  3. Pelepasan neurotransmitter.
  4. Penyempitan dan pelebaran pembuluh darah.
  5. “The gates for pain” pada Sistim Syaraf Pusat (CNS) yang berfungsi mengartikan sensasi rasa nyeri.

Apabila di lakukan pembekaman pada titik bekam, maka akan terjadi kerusakan mast cell dan lain-lain pada kulit, jaringan bawah kulit ( sub kutis), fascia dan ototnya, akibat kerusakan ini akan di lepaskan beberapa mediator seperti serotonin, histamine, bradikinin, slow reacting substance (SRS), serta zat-zat lain yang belum di ketahui.

Baca juga...  Ar-Rukyah

Zat-zat ini menyebabkan terjadinya dilatasi kapiler dan arteriol, serta flare reaction pada daerah yang di bekam, dilatasi kapiler juga dapat terjadi di tempat yang jauh dari tempat pembekaman, ini menyebabkan terjadinya perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah, akibatnya timbul efek relaksasi (pelemasan) otot-otot yang kaku serta akibat vasodilatasi umum akan menurunkan tekanan darah secara stabil, yang terpenting adalah di lepaskannya corticotrophin releasing factor (CRF), serta releasing factors lainnya oleh adenohipofise.

CRF selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya ACTH, corticotrophin dan corticosteroid. Corticosteroid ini mempunyai efek menyembuhkan peradangan serta menstabilkan permeabilitas sel, penelitian lain menunjukkan bekam pada titik tertentu dapat menstimulasi kuat syaraf permukaan kulit yang akan di lanjutkan pada cornu posterior medulla spinalis melalui syaraf A-delta dan C, serta traktus spinothalamicus kearah thalamus yang akan menghasilkan endorphin, sedangkan sebagian rangsang lainnya akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan reflek intubasi nyeri.

Berbekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah di gunakan dalam mengobati berbagai kelainan penyakit, seperti hemophilia, hipertensi, gout, reumatik arthritis, sciatica, back pain (sakit punggung), migraine, vertigo, anxietas (kecemasan) serta penyakit umum lainnya baik bersifat fisik maupun mental.

Bekam merupakan pengobatan yang di contohkan oleh Nabi Muhammad Saw, sebagaimana di jelaskan dalam hadist Bukhari dari Ibnu Abbas Ra, ia berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal, yaitu : dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dengan besi panas dan aku melarang ummatku dengan besi panas.” (H.R. Imam Bukhari).
Selanjutnya SEJARAH BEKAM DALAM ISLAM

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru