oleh

Tentang Shalat Dalam Hijir Ismail Di Baitullah

Kami menyaksikan sebagian orang yang berdesak-desakan di Hijir Ismail agar dapat shalat di dalamnya, apa hukum melakukan shalat di dalamnya? Apakah terdapat keistimewaan pada perbuatan tersebut?

Jawab : Shalat di Hijir Ismail termasuk sunnah, karena dia bagian dari Ka’bah dan terdapat riwayat shahih dari Nabi Saw, bahwa beliau masuk kedalam Ka’bah pada saat terjadinya Fathu Makkah dan Shalat di dalamnya sebanyak dua raka’at. (H.R. Muttafaq ‘alaih).

Juga terdapat pada riwayat dari Rasulullah Saw, bahwa dia berkata kepada Aisyah Ra saat hendak memasuki Ka’bah, “Shalatlah dalam Hijir (Ismail), karena dia termasuk Ka’bah.”

Adapun tentang pelaksanaan shalat fardhu, maka sebagai tindakan yang lebih hati-hati (ihtiyath) tidak di laksanakan di dalam Ka’bah atau dalam Hijir Isma’il, karena Rasulullah Saw tidak melakukan hal tersebut, bahkan sebagian ulama ada yang berkata, perbuatan tersebut tidak sah, karena dia termasuk Baitullah.

Dengan demikian dapat di ketahui, bahwa pelaksanaan shalat fardhu hendaknya di lakukan di luar Ka’bah dan Hijir Ismail, sebagai tindakan mencontoh Rasulullah Saw dan keluar dari perbedaan pendapat para ulama yang mengatakannya tidak sah.

Semoga Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita sekalian, aamiiin.

Baca juga...  Tentang Membedakan Antara Haidh & Istihadhah

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya