oleh

Tentang Taubat

Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan maksiat, dalam Surat Al-Baqarah : 160 : “Dan Akulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” Surat Al-Baqarah : 222, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.“ Surat Ali Imran ayat : 133, “Bersegaralah kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”

Surat At-Tahrim : 66, “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya, sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan : “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Agar taubat seseorang itu diterima, maka dia harus memenuhi tiga hal yaitu :

  1. Menyesal.
  2. Berhenti dari dosa.
  3. Bertekad untuk tidak mengulanginya.

Pengalaman Bertaubat
Taubat adalah ibadah yang amat besar nilainya dan akan menghapus dosa-dosa kita, sebagaimana Nabi Saw, mengatakan : “Seseorang yang bertaubat seperti orang yang tanpa dosa.” (H.R. Ibnu Majah).
“Saya melakukan sebuah dosa besar,saya telah bertaubat,tetapi saya mengulangi lagi perbuatan dosa tersebut, apakah jika saya bertaubat, taubat saya akan diterima oleh Allah?” “Saya termasuk orang yang rajin beribadah,sholat tidak pernah saya tinggalkan,tetapi ketika saya bertemu dengan pacar saya, saya bisa melakukan zina, saya bertaubat, tetapi saya juga selalu mengulangi perbuatan dosa tersebut.” “Saya adalah seorang murid yang pernah melakukan dosa besar,saya bertaubat secara lisan, hati dan perbuatan di depan Guru Ngaji saya di hadapan Allah bersumpah meninggalkan dosa yang pernah saya lakukan dan mengganti dengan amal ibadah yang banyak.

Namun beberapa tahun kemudian saya melakukan kembali dosa yang sama..apakah saya masih akan diampuni Allah? Pertama kali orang melakukan dosa karena tidak memahami akan dosa tersebut, Allah masih memberikan adzab yang setimbal dengan dosanya, akan tetapi ketika seseorang tahu itu sebuah dosa,tetapi dilakukan juga, adzab yang diberikan Allah lebih besar daripada ketika seseorang tidak memahami bahwa hal itu merupakan dosa.

Baca juga...  Gunjing Atau Ghibah

Perintah dari Allah supaya kita bertaubat dijumpai dalam banyak ayat Al-Quran, namun taubat yang dimaksudkan adalah taubat yang sebenar-benarnya, yang disebuat Taubat Nashuha, yaitu tidak kembali kepada kesalahan yang sebelumnya diperbuat dan mengganti dengan amal ibadah yang banyak.

Tanda-tanda orang yang bertaubat :
Taubat seseorang itu bisa dilihat dari beberapa hal, yaitu :

  1. Mengendalikan lisan dari ucapan yang tidak berguna
  2. Jauh dari rasa iri,dengki dan sikap permusuhan
  3. Menghindari lingkungan/teman yang buruk
  4. Taat pada perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya

 
Tanda apa yang bisa diketahui bahwa taubat seseorang diterima?

  1. Berkumpul dengan orang yang sholeh dan tidak bergaul dengan teman buruk.
  2. Senantiasa menjauhi perbuatan dzalim dan rajin beribadah
  3. Tidak terpancang hanya pada kepentingan dunia, sebaliknya selalu ingat akan adanya akhirat sehingga apa yang dilakukan didunia adalah persiapan untuk hari akhir.
  4. Tawakkal atas rezeki yang diberikan Allah setelah berikhtiar

Tingkatan Taubat menurut Imam Ghazali adalah sebagai berikut :
Pertama: bertaubatnya seseorang dan istiqamahnya ia di jalan Allah hingga akhir hayatnya.

Kedua: Orang yang bertaubat dari dosa besar, tetapi dalam perjalanan taubatnya selalu mendapat ujian hingga tidak sengaja ia terjatuh dalam dosa,tetapi hatinya senantiasa sedih dan menyesal sehingga ia berusaha memperbarui tindakannya dengan memperbaiki niatnya.

Ketiga: orang yang bertaubat untuk beberapa lama tapi kemudian hawa nafsu mengalahkannya sehingga ia berbuat dosa lagi, namun demikian ia masih mau melakukan amal shaleh,ia masih meminta pertolongan Allah agar mampu mengendalikan hawa nafsunya.

Keempat: orang yang bertaubat hanya sebentar saja,tapi kemudian berbuat dosa lagi tanpa dibarengi penyesalan sedikitpun, bagaikan orang lalai bahwa ia telah bertaubat, pada tingkatan ini ditakutkan orang bisa meninggal dalam keadaan su’ul, karena itu segeralah bertaubat dengan sebenar-benarnya taubat.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya