oleh

Tentang Wanita yang mengalami keguguran

Janin yang hidup di perut seorang ibu mengalami tiga fase kehidupan sebagaimana Allah jelaskan dalam firman-Nya, yaitu : “Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjdikan kamu dari tanah, dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak
mengetahui lagi sesuatu pun yang dahulunya telah diketahuinya.”
(Q.S. Al-Hajj [22] : 5).

Nah, wanita yang mengalami keluarnya darah pada saat keguguran, apakah disebut sebagai wanita yang nifas? Dalam hal ini ada beberapa keadaan, yaitu :

1. Keguguran hanya mengeluarkan nuth-fah (hasil pertemuan sperma dan ovum) maka ini bukan haid dan bukan nifas.

2. Keguguran dengan melahirkan janin yang sudah genap berusia empat bulan dan keluar bersamanya darah, maka darah ini disebut nifas tidak ada perselisihan ulama tentangnya, karena usia seperti itu sudah ditiupkan roh dan kita yakin dia adalah seorang manusia.

3. Keguguran dan hanya mengeluarkan segumpal darah, masalah ini diperselisihkan ulama menjadi dua pendapat, yakni :
a. Darah yang keluar tersebut bukan darah haid dan bukan darah nifas.
b. Sebagian ahli ilmu menyatakan bahwa darah yang keluar itu adalah darah nifas, mereka mengatakan bahwa nuthfah ketika itu berubah menjadi darah yang merupakan asalnya manusia, maka darah yang keluar itu adalah manusia juga.

Baca juga...  Mencegah Kehamilan (KB)

4. Keguguran dengan mengeluarkan segumpal daging yang belum sempurna penciptaannya, pendapat yang terkenal bahwa hal itu bukan nifas sekalipun dia melihat darah. Sebagian ahli ilmu menghukumi bahwa darah yang keluar tersebut adalah darah nifas, yang lebih kuat adalah pendapat pertama.

5. Keguguran dengan mengeluarkan segumpal daging yang sudah sempurna penciptaannya, maka darah yang keluar adalah darah nifas.
Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan, “Untuk menetapkan nifas maka harus kehamilan itu berupa janin yang sudah tercipta, karena jika sebelum penciptaan mengandung kemungkinan hanya segumpal daging saja bukan seorang manusia, sebab itu, kita tidak beralih untuk menetapkan hukum ini kecuali dengan sesuatu yang meyakinkan, yaitu terciptanya seorang insan secara jelas.

Sebagian wanita meninggalkan sholat dan puasa hanya karena dia mengalami keguguran pada bulan pertama,
kedua, atau awal bulan ketiga, jelas perbuatan seperti ini
tidak boleh, perincian hukum yang telah kami sebutkan di atas harus diperhatikan oleh seluruh wanita muslimah.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

Artikel terbaru