oleh

Transfusi dan Transplantasi Pada Hukum Islam

Menjual Darah Untuk Kepentingan Tranfusi Di tinjau dari Hukum Islam

Keberadaan transfusi darah sebagai penemuan baru dalam hukum Islam, namun hukum Islam cukup fleksibel, sehingga transfusi darah di bolehkan untuk menyelamatkan jiwa seseorang yang memerlukan darah, bahkan melaksanakan transfusi darah dalam keadaan demikian adalah sebagai nilai ibadah yang di anjurkan demi menjaga keselamatan jiwa manusia, jika di dasarkan atas pengabdian kepada Allah.

Dan kebolehan transfusi darah adalah di dasarkan kepada hajat dalam keadaan darurat, karena tidak ada jalan lain untuk menyelamatkan jiwa orang itu, kecuali dengan jalan transfusi, demikian pula hukum menjual darah untuk kepentingan transfusi, Islam membolehkannya, asalkan penjualan itu terjangkau oleh orang yang membutuhkannya sesuai dengan kode etik perdagangan secara Islam dengan tidak merugikan kedua belah pihak. 

Akan tetapi, jika penjualannya melampaui batas keampuan dari orang yang membutuhkan darah untuk tujuan komersial, maka haram hukumnya, karena bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan nilai-nilai moral agama.
 

Tansplantasi Organ Binatang pada Organ Tubuh Manusia

Perkembangan pesat dalam dunia medis telah melahirkan berbagai alternatif pengobatan yang memberikan banyak sekali peluang hidup bagi manusia dengan ilmu pengetahuan yang berkembang. 

Namun di sisi lain melahirkan problema tersendiri dalam hukum Islam, di antaranya tentang transplantasi organ tubuh, baik dengan organ tubuh manusia yang masih hidup, dengan organ tubuh manusia yang sudah meninggal ataupun dengan organ tubuh binatang, baik yang bernajis maupun yang bukan.
 

Tentang transplantasi ini, para ulama berpendapat bahwa apabila tingkat kebutuhan hanya dalam tingkat hajiyah, maka hal tersebut tidak diperbolehkan, apalagi dalam tingkat tahsiniyah, sedangkan dalam kondisi yang sangat darurat maka transplantasi dapat di lakukan dengan catatan bahwa organ tubuh itu mestilah organ bagian dalam yang pada dasarnya memang sudah merupakan benda najis, sama halnya dengan organ dalam tubuh manusia.
 

Berbekam di bulan Ramadhan

Berbekam (mengeluarkan darah kotor) dari dalam tubuh merupakan teknik pengobatan klasik ternyata telah lama di praktekkan oleh orang pada masa lalu, di mana hal itu juga di lakukan oleh Rasulullah Saw dan para sahabat dan orang-orang sesudah mereka.
 

Pembekaman merupakan salah satu perbuatan yang di perselisihkan fuqaha, jika di lakukan pada siang hari Ramadhan, dalam hal ini, mereka memandangnya sebagai sesuatu yang makruh di lakukan dan kelompok lain yang mengharamkannya.
 

Berdasarkan analisa terhadap dalil dan argumentasi yang di kemukakan masing-masing kelompok, maka pendapat pertama, dengan menggunakan metode jama’, lebih dapat di terima.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya