oleh

Wudhu’ dan Pengobatan Medis

-Health-1 views

Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers: a Sport for the Body and Soul (Olahraga untuk jasmani dan Rohani) menjelaskan, bahwa wudhu’ bisa mencegah kanker kulit, jenis kanker ini lebih banyak di sebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit.

Cara paling efektif mengenyahkan risiko ini adalah membersihkannya secara rutin, berwudhu’ lima kali sehari apalagi konsisten dengan amalan wudhu’ dalam keseharian adalah antisipasi yang lebih dari bagus dalam menjagaa kebersiahan badan berupa fisik jasmani.

Menurut Salem, membasuh wajah meremajakan sel-sel kulit muka dan membantu mencegah munculnya keriput, selain kulit, wudhu’ juga meremajakan selaput lendir yang menjadi gugus depan pertahanan tubuh.

Peremajaan menjadi penting karena salah satu tugas utama lendir ibarat membawa contoh benda asing yang masuk kepada dua senjata pamungkas yang sudah di miliki manusia secara alami, yaitu Limfosit T (sel T) dan Limfosit B (sel B).

Keduanya bersiaga di jaringan limfoid dan sistem getah bening dan mampu menghancurkan penyusup yang berniat buruk terhadap tubuh, bayangkan jika fungsi mereka terganggu, sebaliknya, wudhu’ adalah meningkatkan daya kerja mereka dalam menjaga kebersihan jasmani umat muslim, karena itu mullai sekarang mari berkekalan dalam mempertahankan wudhu’, bukan hanya sebagai untuk syarat sahnya shalat, namun juga untuk menambah amal shalih sebagaimana sabda Rasulullah Saw, yaitu :  Dari Tsauban bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah menjaga wudhu’ kecuali orang yang beriman.” (H.R. Ibnu Majah, Al-Hakim, Imam Ahmad dan Al-Baihaqi).

يَا بِلاَلُ بِمَ سَبَقْتَنِى إِلَى الْجَنَّةِ مَا دَخَلْتُ الْجَنَّةَ قَطُّ إِلاَّ سَمِعْتُ خَشْخَشَتَكَ أَمَامِى دَخَلْتُ الْبَارِحَةَ الْجَنَّةَ فَسَمِعْتُ خَشْخَشَتَكَ أَمَامِى

“Wahai Bilal, kenapa engkau mendahuluiku masuk syurga? Aku tidaklah masuk syurga sama sekali melainkan aku mendengar suara sendalmu di hadapanku. Aku memasuki syurga di malam hari dan aku dengar suara sandalmu di hadapanku.” Bilal menjawab,

يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا أَذَّنْتُ قَطُّ إِلاَّ صَلَّيْتُ رَكْعَتَيْنِ وَمَا أَصَابَنِى حَدَثٌ قَطُّ إِلاَّ تَوَضَّأْتُ عِنْدَهَا وَرَأَيْتُ أَنَّ لِلَّهِ عَلَىَّ رَكْعَتَيْنِ

“Wahai Rasulullah, aku biasa tidak meninggalkan shalat dua raka’at sedikit pun, setiap kali aku berhadats, aku lantas berwudhu’ dan aku membebani diriku dengan shalat dua raka’at setelah itu.” (H.R. At-Tirmidzi dan Imam Ahmad).

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya