oleh

Zakat Sebagai Upaya Latihan Kepemilikan Materi

Zakat Sebagai Upaya Latihan Kepemilikan Materi

Cinta materi merupakan naluri seperti juga cinta lawan jenis dan lainnya (Q.S. 3 : 14), setiap orang butuh harta benda dan materi, tetapi seringkali kecintaan ini melampaui batas sehingga harta yang sesungguhnya merupakan sarana hidup berubah menjadi tujuan hidup yang berdampak manusia menjadi mengutamakan harta dalam segala aspek.

Jika ini terjadi, maka bisa merubah posisi fitrah antara manusia dan Tuhan, yakni secara ekstrim manusia bisa mempertuhankan harta, jika harta telah menjadi tujuan dan tuhan, maka persaudaraan akan luntur, moralitas akan jatuh, pengembangan ruh dan jiwa secara hakiki akan terbengkalai dan menjadi sakit, jiwa yang dipenuhi penumpukan harta akan melahirkan keserakahan, manusia bisa memakan manusia, akan muncul perasaan yang sangat takut jika hartanya hilang, akan dihantui rasa cemas luar biasa bila tidak mendapatkan harta memadai, akan sakit hati jika orang lain memperoleh rizqi, akan dilakukan apa pun, misalnya sabotase untuk memindahkan harta kepada dirinya dan seterusnya, tidak peduli orang lain kelaparan atau mati, yang penting dirinya kaya.

Tidak jarang kegilaan pada harta membawa manusia tidak rasional lalu mencari cara-cara pintas berhubungan dengan perdukunan dan syetan, juga dengan usaha-usaha beresiko seperti perdagangan barang terlarang, usaha amoral dan sebagainya. Oleh sebab itu Islam yang menghendaki manusia mencari karunia Allah berupa hadirnya rizqi yang halal dan berkah, bisa bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat dan lainnya, perlu dilakukan pelatihan supaya ada semangat prima mencari harta sekaligus semangat membelanjakan secara prima juga sesuai dengan anjuran Allah, dan kebahagiannya adalah ketika Allah ridha atas apa yang diperoleh dan dibelanjakannya.

Maka pada tingkat dasar orang dilatih untuk semangat mencari harta dengan kesadaran sebagai sarana pengabdiannya kepada Allah dalam arti menyediakan diri untuk menjadi media Allah memberi kecukupan kebutuhan hidup bagi dirinya, keluarganya, anggota masyarakat yang memerlukan dan seterusnya, kesediaan Allah memilih dirinya untuk bisa
membagi kepada yang memerlukan, menjadikannya bahagia, sehingga membawanya untuk bersyukur. Oleh karena ingin memberi wujud dan semangat harta yang baik sesuai kebutuhan fitrah, maka dirinya hanya mengambil harta secara halal supaya tidak memberi kesakitan bagi ruh, jiwa dan badan, dan sebaliknya menjadikannya menyehatkan. Intinya, zakat, infaq, shadaqah, melatih manusia memiliki “kecerdasan materi”, yakni cerdas mencari dan cerdas membelanjakan, dengan ini Islam melatih manusia menjadi kaya yang berjiwa, bermoral, dan bertuhan, sehingga tercapai baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofuur.

Baca juga...  Macam-macam Nazar

Mengenai hakikat zakat, Al-Ghazali menyebutkan ada tiga hal yaitu :

  1. Sebagai ujian derajat kecintaan kepada Allah.
  2. Pembersihan dari sifat bakhil.
  3. Pengungkapan rasa syukur.

Harta benda duniawi selalu menjadi objek kecintaan manusia, karena harta manusia menjadi cinta dunia dan takut mati, padahal kematian akan mengantarkan manusia kepada pertemuan dengan Sang Maha Pengasih, dengan demikian pengakuan cinta manusia kepada Allah perlu diuji dengan cara berpisah dengan harta benda yang dicintai, kecintaan
manusia kepada harta benda juga menyebabkan manusia menjadi bakhil dan sifat tersebut hanya bisa dikurangi dengan memaksakan diri memberikan harta yang dicintai sehingga akhirnya terbentuk suatu kebiasaan suka memberi.

Zakat atau ibadah harta sekaligus juga merupakan ungkapan syukur atas karunia yang diberikan Allah kepadanya, yang tidak dijadikan Allah sebagai orang yang berkekurangan dan peminta-minta.

Begitulah hakikat zakat sebagaimana dicerminkan dalam Al-Qur’an, yaitu : “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. QS. At-Taubah (9) : 103.

Komentar

Tinggalkan Komentar dan Terimakasih Atas Kunjungan Anda...

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Artikel Lainnya